Minggu, 11 Juni 2017

Rangkuman Politik dan Strategi Nasional | Tugas Softskill

A.  PENGERTIAN  POLITIK, STRATEGI, DAN POLITIK STRATEGI NASIONAL
 
      A.   Pengertian Politik
    Politik yaitu proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan khususnya dalam suatu negara.
Politik juga merupakan seni dan ilmu untuk meraih kekusaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.
Menurut pandangan Aristoteles politik yaitu usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.
Politik juga membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan :
     1.    Negara
    Negara merupakan bentuk masyarakat yang paling utama dan negara merupakan organisasi politik yang paling utama dalam suatu wilayah yang berdaulat.
     2.    Kekuasaan
  Kekuasaan dalam politik perlu diperhatikan bagaimana kekuasaan itu diperoleh, dilaksanakan dan dipertahankan
     3.    Pengambilan Keputusan
  Pengambilan keputusan merupakan aspek utama dari politik, perlu diperhatikan siapa pengambil keputusan dan untuk siapa keputusan itu dibuat, keputusan yang diambil menyangkut sektor publik dari suatu negara.
     4.    Kebijakan umum
    Kebijakan merupakan suatu kumpulan keputusan yang diambil seseorang atau kelompok politik dalam rangka memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu.
     5.  Distribusi
    Di politik juga membicarakan bagaimana pembagian dan pengalokasian nilai – nilai secara mengikat.
     B.   Pengertian Strategi
  Strategi yaitu pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.
Menurut Karl Von Clausewitz strategi merupakan pengtahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan, sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik.
     C.   Pengertian Politik Strategi Nasional
   Politik Strategi Nasional adalah asas, haluan, usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan, serta penggunaan secara kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

    B.  PENYUSUN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL
   Disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945, lembaga – lembaga yang berhak menyusunnya yaitu MPR, DPR, Presiden, DPA, BPK, MA.
Lembaga – lembaga tersebut dinamakan “Suprastruktur Politik”. Dan pranata yang bukan dari lembaga dinamakan “Infrastruktur Politik” yaitu partai politik, ormas, media masa, kelompok penekan, dan kelompok kepentingan. Suprastruktur dan Infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang.

    C.  STRATIFIKASI POLITIK NASIONAL
Stratifikasi politik indonesia ada 5 yaitu :
1.    Tingkat penentu kebijakan puncak
2.    Tingkat kebijakan umum
3.    Tingkat penentu kebijakan khusus
4.    Tingkat penentu kebijakan teknis
5.    Tingkat penentu kebijakan di daerah

    D.  POLITIK PEMBANGUNAN NASIONAL DAN MENEJEMEN NASIONAL
     Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan perkembangan global.
Tujuan pembangunan nasional itu sendiri adalah sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahreraan seluruh bangsa Indonesia. Dan pelaksanaannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan ranggung jawab seluruh rakyat Indonesia.
    Manajemen nasional pada dasarnya merupakan sebuah sistem, sehingga lebih tepat jika kita menggunakan istilah “sistem manajemen nasional”. Layaknya sebuah sistem, pembahasannya bersifat komprehensif-strategis-integral.

    Pada dasarnya sistem manajemen nasional merupakan perpaduan antara tata nilai, struktur, dan proses untuk mencapai kehematan, daya guna, dan hasil guna sebesar mungkin dalam menggunakan sumber dana dan daya nasional demi mencapai tujuan nasional.

Referensi:

Sejarah Perkembangan Komputer dari Masa ke Masa | Resume Jurnal

Sumber Jurnal : http://irsyadar.blogspot.co.id/2014/09/jurnal-ilmiah-sejarah-perkembangan.html

Sistem komputer adalah suatu jaringan elektronik yang terdiri dari perangkat lunak dan perangkat keras yang melakukan tugas tertentu (menerima input, memproses input, menyimpan perintah-perintah, dan menyediakan output dalam bentuk informasi). Selain itu dapat pula diartikan sebagai elemen-elemen yang terkait untuk menjalankan suatu aktivitas dengan menggunakan komputer.

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
 
Komputer Generasi I (1940-1959)
 
Generasi pertama komputer ini di akhiri dengan munculnya 2 perusahaan yang mendominasi pasar komputer pada tahun 1950. Kedua perusahaan itu adalah IBM dan Sperry. Komputer komersial pertama yang dibuat adalah UNIVAC 1 yang menjadi awal dari persaingan pasar karena IBM yang tidak mau kalah juga segera memproduksi komputer komersial pertamanya, yaitu seri 701 pada tahun 1953.
 

Komputer Generasi II (1959-1964)
 
Berbeda dari generasi pertama, transistor adalah inti yang digunakan pada komputer generasi kedua menggantikan tabung vakum yang membutuhkan tempat relatif besar dan daya operasional yang juga besar. Pada generasi kedua ini, komputer IBM yang cukup dikenal karena kemajuannya adalah seri 7094
 
Komputer Generasi III (1964-1970)
 
Kemudian beralih ke generasi ke-3 dimana semua komputer mulai memakai Integrated Circuit. Pada generasi ke-3 (1965-1980) IBM menguasai 70% pasar komputer. Di masa ini, kinerja komputer yang ada sudah jauh lebih baik. Mulai dari kecepatan proses yang meningkat dan kapasitas memori yang jauh lebih besar. Namun harga komputer disini juga mulai meningkat, semakin bagus modelnya semakin mahal juga harganya.
Komputer Generasi IV (1970-1980-an)

Dan lahirlah era ke-4 yang ditandai dengan adanya VLSI yang dapat menampung 10.000 komponen lebih per keping dengan kecepatan operasi mencapai 100juta operasi per detik. Masa ini diawali dengan diluncurkannya mikroprosesor Intel seri 4004. Bisa dikatakan dari terbentuknya mikroprosesor yang masih tergolong primitif ini, menjadi awal dari perkembangan mikroprosesor-mikroprosesor canggih saat ini.

Sabtu, 10 Juni 2017

Aplikasi Sistem Informasi Geografis | Resume Jurnal

Jurnal lengkap : www.gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/computer-science/2009/Artikel_11105172.pdf

Dalam jurnal ini dibahas tentang informasi  mengenai penyebaran  sarana  pendidikan  formal  yang  terdapat  di  Kota  Depok  yang secara  terintegrasi  mampu  mengolah data  spasial  maupun  data  non  spasial.
Tujuan  dari  aplikasi  ini adalah  memberikan  informasi  kepada pengguna  mengenai  titik-titik  lokasi sarana  pendidikan  formal  yang  ada  di Kota  Depok  untuk  jenjang  SMA/MA, SMK,  Perguruan  Tinggi  baik  Negeri maupun  Swasta  dan  Dinas  Pendidikan serta  informasi-informasi  yang  terkait idalamnya  dengan  menggunakan Quantum  Gis  0.9.1,  MapServer  5, PostgreSQL 8.2.x.
Dalam jurnal ini langkah-langkah rancang bangun WebGIS ini adalah  :
1.  Penentuan Wilayah / Daerah
Wilayah Kota Depok dengan lingkup hanya di bidang pendidikan

2.  Pengumpulan  Data  Spasial  dan Nonspasial
Data-data non-spasial yang ditampilkan  didapat  dari  Dinas Pendidikan  Kota  Depok

3.  Digitasi Peta pada Quantum GIS
Dalam  proses pembuatan digitasi peta Kota Depok ini digunakan  3  jenis  layer,  yaitu  tipepolygon (polygon), tipe titik  (point) dan tipe  garis  (line).  Pada  setiap  proses digitasi,  ditambahkan  sejumlah  atribut sesuai kebutuhan masing-masing objek, yang nantinya akan ditampilkan sebagai suatu  informasi  pada  objek  tersebut. Dalam  pembuatan  nama  file  .shp  dan atribut  menggunakan  huruf  kecil  dan tanpa spasi.

4.  Konversi  File.shp  menjadi  Tabel pada PostgreSQL 
Untuk  menampung  konversi  dari file  .shp  menjadi  tabel-tabel menggunakan  database  baru  dengan nama  newdepok,  lalu  hubungkan  file .shp  tersebut  dari  software  Quantum GIS  melalui  PostGIS  connection. Setelah  koneksi  terhubung,  setiap  file .shp  di  konversikan  kedalam  postgresSQL.

5.  Pengisian Tabel
Pengisian tabel digunakan untuk mengisi, merubah atau menambah  data  pada  field-field  suatu tabel  yang  sebelumnya  telah  dilakukan pada saat pendigitasian.

6.  Pembuatan WebGis dengan Chameleon  pada  MapServer  dan Penggabungan Database  menggunakan PHP
Diperlukan  folder  yang akan  digunakan  untuk  menampung aplikasi yang  telah  dibuat. Folder  yang dipakai  untuk  menyimpan  aplikasi adalah folder depok, folder ini berada di dalam “C: \ms4w\apps”.
Folder  depok  terdiri  dari  subfolder data,  etc,  htdocs  dan  map.  Subfolder “data” berfungsi untuk menyimpan data lokal  (.shp)  yang  akan  digunakan

Sabtu, 03 Juni 2017

Ketahanan Nasional | Tugas Softskill

Ketahanan Nasional 1. Pengertian
  Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa, meliputi seluruh aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan, dan ketangguhan serta mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan dari luar maupun dari dalam, langsung maupun tidak langsung membahayakan integrasi, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara , serta perjuangan mengejar tujuan nasionalnya.

2. ASAS KETAHANAN NASIONAL

Asas Ketahanan Indonesia adalah taat laku berdasarkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nusantara, yang terdiri dari :

 1. Asas Kesejahteraan dan Keamanan
  Kesejahteraan dan kemakmuran dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial. Dengan demikian, kesejahteraan dan keamanan merupakan asa dalam sistem kehidupan nasional. Tanpa kesejateraaan dan keamanan, sesitem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung. Kesejahteraan dan keamanan merupakan nilai intrinsik yang ada pada sistem kehidupan nasuional itu sendiri. Kesejahtrean maupun keamanan harus selalu ada, berdampingan pada kondisi apa pun. Dalam kehidupan nasional, tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolok ukur Ketahanan Nasional
 2. Asas Komprehensif Integral atau Menyeluruh Terpadu
  Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras pada seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ketahanan Nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif intergral).
 3. Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar
  Sistem kehidupan naasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Di samping itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan linkungan sekelilingnya. Dalam proses interaksi tersebut dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam maupun keluar.
#Mawas ke Dalam
  Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat, dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemadirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh.
#Mawas ke Luar
  Mawas Ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan berperan serta mengatasi dampak lingkungan stategis luar negeri dan menerima kenyataan adanya interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional.
 4. Asas Kekeluargaan
  Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan agar tidak berkembangkan menjadi konflik yang bersifat saling menghancurkan.
3. SIFAT KETAHANAN NASIONAL

Sifat Ketahanan Nasional Indonesia
 1. Mandiri
  Ketahanan Nasional percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri serta pada keuletan dan ketangguhan, yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah, dengan tumpuan pada identitas, integritas dan kepribadian bangsa. Kemandirian (idenpendency) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global (interdependent).
 2. Dinamis
  Ketahanan Nasional tidaklah tetap. Ia dapat meningkat atau menurun, tergantung pada situasi dan kondisi bangsa, Negara serta lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai dengan hakikat bahwa segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah dan perubahan itu senantiasa berubah pula. Karena itu, upaya peningkatan Ketahanan Nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.
 3. Wibawa
  Keberhasilan pembinaan Ketahanan Nasional Indonesia secara lanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan keseimbangan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa. Makin tinggi tingkat Ketahanan Nasional Indonesia makin tinggi pula nilai kewibawaan dan tingkat daya tangkal yang dimiliki oleh bangsa dan negara Indonesia.
 4. Konsultasi dan Kerjasama
  Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuata fisik semata, tetapi lebih mengutamakan sikap konsultatif, kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan kekuatan, moral dan kepribadian bangsa.
4. Kedudukan dan Fungsi Ketahanan Nasional
  Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional dapat dijelaskan sebagai berikut :

Kedudukan : Ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasil sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam paradigma pembangunan nasional.

Fungsi : Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat inter – regional (wilayah), inter – sektoral maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir yang terkotak-kotak (sektoral). Satu alasan adalah bahwa bila penyimpangan terjadi, maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga dan sarana, yang bahkan berpotensi dalam cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai pola dasar pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunman nasional disegala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan rancangan program.
5. Ketahanan Nasional dan Konsepsi Ketahanan Nasional   Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa yang meliputi segenap kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun dari luar, untuk menjamin identitas, integrasi dan kelangsungan hidup bangsa dan negar serta perjuangan mencapai tujuan nasional dapat dijelaskan seperti dibawah ini :
  • Ketangguhan : Adalah kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu dapat bertahan, kuat menderita atau dapat menanggulangi beban yang dipikulnya.
  • Keuletan : Adalah usaha secara giat dengan kemampuan yang keras dalam menggunakan kemampuan tersebut diatas untuk mencapai tujuan.
  • Identitas : Yaitu ciri khas suatu bangsa atau negara dilihat secara keseluruhan. Negara dilihat dalam pengertian sebagai suatu organisasi masyarakat yang dibatasi oleh wilayah dengan penduduk, sejarah, pemerintahan, dan tujuan nasional serta dengan peran internasionalnya.
  • Integritas : Yaitu kesatuan menyeluruh dalam kehidupan nasional suatu bangsa baik unsur sosial maupun alamiah, baik bersifat potensional maupun fungsional.
  • Ancaman : Yang dimaksud disini adalah hal/usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan dan usaha ini dilakukan secara konseptual, kriminal dan politis.
  • Hambatan dan gangguan : Adalah hal atau usaha yang berasal dari luar dan dari diri sendiri yang bersifat dan bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.

Konsepsi Ketahanan Nasional

  Konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan terpadu berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dan wawasan nusantara dengan kata lain konsepsi k etahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasional terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.
  • Aspek Ekonomi

  •   Ketahanan Ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang egara dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan perekonomian bangsa dan negara berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

  • Aspek Sosial Budaya

  •   Ketahanan sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamis budaya Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya.

  • Aspek Pertahanan dan Keamanan

  •   Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia mengandung keuletan, ketangguhan, dan kemampuan dalam mengembangkan, menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam yang secara langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia.

  • Aspek Politik

  •   Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan politik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasar Pancasila dan UUD 1945.

  • Aspek Ideologi

  •   Dapat diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan ideologi bangsa Indonesia. Ketahanan ini diartikan mengandung keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia.

Studi Kasus : GAM( Gerakan Aceh Merdeka )

  GAM lahir karena kegagalan gerakan Darul Islam pada masa sebelumnya. Darul Islam muncul sebagai reaksi atas ketidakberpihakan Jakarta terhadap gagasan formalisasi Islam di Indonesia. Darul Islam adalah sebuah gerakan perlawanan dengan ideologi Islam yang terbuka. Bagi Darul islam, dasar dari perlawanan adalah Islam, sehingga tidak ada sentimen terhadap bangsa-bangsa lain, bahkan ideologi Islam adalah sebagai perekat dari perbedaan yang ada. Gagasan ini juga berkembang dalam gerakan Darul Islam di Aceh.
  Akan tetapi, paska berhentinya perlawanan Darul Islam Aceh, keinginan Aceh untuk melakukan Islamisasi di Indonesia menjadi lebih sempit hanya kepada Aceh. Perubahan ini terjadi disebabkan karena kegagalan Darul Islam diseluruh Indonesia, sehingga memaksa orang Aceh lebih realistis untuk mewujudkan cita-cita. Yang menjadi menarik adalah, GAM yang melanjutkan tradisi perlawanan Aceh, ternyata tidak melanjutkan ideologi Islam yang terlebih dahulu digunakan oleh Darul Islam. Sebagaimana yang disebutkan bahwa GAM lebih memilih nasionalisme Aceh sebagai isu populisnya.
  Kemunculan GAM pada masa awalnya langsung mendapat respon oleh pemerintah Orde Baru dengan melakukan operasi militer yang represif, sehingga membuat GAM kurang bisa berkembang. Walau demikian, GAM juga melakukan pelebaran jaringan yang membuat mereka kuat, baik pada tingkat internasional maupun menyatu dengan masyarakat dan GAM bisa terus bertahan.Pada masa Orde Baru GAM memankan dua wajah; satu wajah perlawanan (dengan pola-pola kekerasan yang dilakukan), dan strategi ekonomi-politik yang dimainkan (dengan mengambil uang pada proyek-proyek pembangunan).

Daftar Pustaka
  • https://arifashkaf.wordpress.com/2015/05/17/ketahanan-nasional-softskill/
  • http://gilatugas.blogspot.co.id/p/ketahanan-nasional.html