Senin, 24 Oktober 2016

Kalimat Dasar Bahasa Indonesia | Pengertian Unsur Pola dan Macam-Macam

Kalimat Dasar Bahasa Indonesia


Pengertian

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Kalimat merupakan gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat dasar adalah kalimat yang berisi informasi pokok dalam struktur inti, belum mengalami perubahan unsur seperti panambahan keterangan kalimat ataupun keterangan subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap.

Unsur-Unsur

1. Subjek
Unsur yang pertama adalah subjek yang berfungsi sebagai penunjuk pelaku yang melakukan atau terlibat di dalam kalimat tersebut. Biasanya subjek di dalam kalimat berupa sebuah objek atau benda, seperti manusia, barang, binatang, tumbuhan maupun kata benda abstrak, seperti asap, gas, dan lain – lain.

2. Predikat
Bersama dengan subjek, predikat adalah unsur terpenting di dalam sebuah kalimat. Tanpa adanya kedua unsur ini, maka bisa dipastikan kata – kata tersebut bukanlah kalimat, melainkan frasa. Predikat ini berfungsi untuk menyatakan kegiatan yang dilakukan oleh subjek di dalam kalimat, dan biasanya berupa kata – kata kerja baik transitif, maupun intransitif.

3. Objek
Unsur lainnya adalah objek. Unsur ini berfungsi untuk menyatakan korban atau pihak yang dikenai tindakan oleh subjek melalui predikat. Objek juga bisa melakukan tindakan terhadap subjek, jika diubah dalam bentuk kalimat pasif. Sama seperti subjek, Objek dinyatakan dengan kata – kata benda, baik benda konkret, maupun abstrak.

4. Pelengkap
Pelengkap adalah unsur kalimat yang melengkapi unsur – unsur lainnya, seperti subjek, maupun objek. Unsur ini berfungsi untuk menambahkan arti atau keterangan.

5. Keterangan
Unsur ini berfungsi sebagai penambah keterangan pada sebuah kalimat. Unsur keterangan biasanya diletakkan di depan maupun di belakang kalimat.

Ada beberapa jenis unsur keterangan diantaranya adalah :
  • Keterangan waktu: Kemarin, besok, bulan lalu, dua hari yang lalu, tahun depan, dan lain – lain.
  • Keterangan tempat: di sana, di rumah, di toko, dan lain – lain.
  • Keterangan cara: Dengan cepat, sangat lambat, sangat serius, secara diam – diam.
  • Keterangan alat: Menggunakan cangkul, dengan sepeda, mengendarai mobil, dan lain – lain.
  • Keterangan tujuan: Supaya pintar, agar naik kelas, dan lain – lain.
  • Keterangan penyerta: Bersama ibu, dengan ayah, berdua dengan kakak, dan lain – lain.

Pola Kalimat

1. S P
Pola ini adalah pola yang sangat sederhana, dimana hanya terdiri dari subjek dan predikat. Meskipun begitu, pola ini sudah membentuk suatu kesatuan makna.
Adik menangis
S P

Contoh:
Dia bernyanyi
Ayah sedang tidur.
Budi berlari
2. S P O
Ibu menyiram tanaman.
S P O

Contoh:
Aku bertemu dengannya.
Adik memakan buah apel.
Budi menaiki sepeda.
3. S P Pel(Pelengkap)
Aku tiba yang paling terakhir.
S P Pel

Contoh:
Adik makan yang enak – enak.
Buaya memangsa yang lemah
4. S P Pel K
Saya meminum yang hangat - hangat dengan sangat cepat.
S P Pel. K

Contoh:
Budi menyuruh tanpa pandang bulu di sekolah.
Harimau memangsa yang lemah di hutan
5. S P O Pel
Budi menyukai gadis yang berbaju merah itu.
S P O Pel

Contoh:
Harimau menerkam mangsa yang sedang melintas.
Aku menemukan sebuah dompet tanpa identitas.
Ayah menanam bunga mawar yang paling bagus.
6. S P K(Keterangan)
Aku berlari dengan sangat cepat.
S P K

Contoh:
Adik menangis dengan sangat keras.
Ibu tertidur pulas di kamar tidur.
Aku pergi besok pagi.
7. S P O K
Ani bertemu Budi di Stasiun Kereta Api.
S P O K

Contoh:
Kakak memberi aku hadiah di hari ulang tahunku.
Nenek mencabut giginya di rumah sakit.
Guntur itu menyambar pohon kemarin malam.
8. S P O Pel K
Aku memberi wanita yang mengemis itu uang untuk digunakannya membeli makanan.
S P O Pel. K

Contoh:
Ibu membuat makanan yang sangat aku sukai di dapur.
Ayah membelikan aku hadiah yang aku dambakan nanti malam.
Ibu guru meminta tugas yang ia berikan kemarin untuk dikumpulkan.

Macam-Macam

1. Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti dan boleh diperluas dengan satu atau lebih unsur-unsur tambahan, asal unsur-unsur tambahan itu tidak boleh membentuk pola baru. Kalimat tunggal, misalnya kalimat inti, kalimat luas, kalimat verbal, kalimat nominal, dan kalimat tidak lengkap.

2. Kalimat Majemuk
Kalimat Majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih. Minimal satu klausa yang terdiri dari subjek dan predikat.

Daftar Pustaka

  • Handikaabdillah
  • Prbahasaindonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar