A. Kutipan
1. Pengertian Kutipan
Kutipan adalah pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama ketika ekspresi yang dikutip itu terkenal atau secara tersurat dihubungkan dengan kutipan ke sumber aslinya, dan ditandai oleh (diselingi dengan) tanda kutip.
Sebuah kutipan juga dapat merujuk pada penggunaan berulang bentuk ekspresi lain, terutama bagian dari karya seni: unsur-unsur sebuah lukisan, adegan dari film, atau bagian dari suatu komposisi musik.(Wikipedia)
2. Prinsip - Prinsip Mengutip
Ada beberapa prinsip dalam mengutip seuatu tulisan atau karya, prinsip-prinsip tersebut diantaranya :
1.) Nama penulis ditulis pada bagian permulaan kalimat
Contoh: “Gordon (2006) melaporkan bahwa bahan dasar harus tersedia dengan cukup untuk menjamin kelancaran proses produksi”.
2.) Nama penulis ditulis pada tengah kalimat
Contoh: ”Meskipun komunikasi formal sangat penting bagi organisasi besar, seperti dilaporkan oleh (Purwanto, 2006:134), namun kurang menguntungkan bagi sudut pandang individual maupun perusahaan”.
3.) Nama penulis ditulis pada akhir kalimat
Contoh: ”Salah satu keunggulan komunikasi nonverbal adalah kesahihannya atau realiabilitas (Suzuki, 2000).”
4.) Bila jumlah penulis ada 2 atau 3, maka semua nama penulis harus disebutkan dan dikutip dengan menggunakan kata “dan” atau tanda “&”.
Contoh: ”Menurut Evans dan Maxwell (2008:56) faktur pajak merupakan bukti pungutan pajak dan dapat digunakan sebagai sarana untuk mengkreditkan pajak masukan”.
5.) Bila terdapat enam atau lebih penulis, maka dikutip menggunakan et al atau dkk.
Contoh: ”Bauran Pemasaran atau Marketing Mix tersebut merupakan alat yang dapat dipergunakan oleh pengusaha untuk mempengaruhi konsumennya” (Gitosudarmo dkk, 1992:64).
6.) Seluruh kutipan menggunakan font yang sama dengan teks utama.
7.) Tahun yang tidak diketahui dikutip sebagai no date. Rujukan pada cetak ulang dikutip dengan tahun publikasi asli di dalam kurung siku.
Contoh: (Marx [1867] 1967, p. 90).
3. Macam-Macam Kutipan
Terdapat bermacam-macam jenis kutipan, antara lain kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.
1.) Kutipan Langsung : Kutipan yang issinya sama persis denagan kutipan aslinya, atau sumber yang di ambil untuk mengutip. Dalam hal ini kita tidak boleh merubah isi dari sumber yang kita kutip
2.) Kutipan Tidak Langsung : Kutipan yang merupakan ringkasan yang telah kita buat sendri dari sumber kutipan yang kita ambil. Penulisan kutipan tidak langsung menyatu dengan isi tulisan yang kita buat tanpa disertai tanda kutip.
B. Catatan Kaki
1. Pengertian Catatan Kaki
Pernyataan ilmiah yang kita gunakan dalam tulisan kita harus mencakup beberapa hal. Pertama kita harus mengidentifikasikan orang yang membuat pernyataan tersebut. Kedua, kita harus pula dapat mengidentifikasikan media komunikasi ilmiah tempat pernyataan itu dimuat atau disampaikan. Ketiga, harus pula dapat mengidentifikasikan lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah tersebut serta tempat dan itu tidak diterbitkan, tetapi disampaikan dalam bentuk seminar, maka harus disebutkan tempat, waktu dan lembaga yang melakukan kegiatan tersebut.
2. Unsur - Unsur
a.) Untuk Buku
· Nama pengarang (editor, penterjemah), ditulis dalam urutan biasa, diikuti tanda koma (,).
· Judul buku, ditulis dengan huruf kapital (kecuali kata-kata tugas), digarisbawahi.
· Nama atau nomor seri, kalau ada.
· Data publikasi:
o Jumlah jilid, kalau ada
o Kota penerbitan, diikuti titik dua ditulis
o Nama penerbit, diikuti koma di antara.
o Tahun penerbitan. tanda kurung
· Nomor jilid kalau perlu.
· Nomor halaman diikuti titik (.)
b.) Untuk Majalah
· Nama pengarang.
· Judul artikel, di antara tanda kutip (“...”).
· Nama majalah, digarisbawahi.
· Nomor majalah jika ada.
· Tanggal penerbitan.
· Nomor halaman.
3. Tujuan Membuat
Catatan kaki atau footnote digunakan untuk:
· pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang tercantum di dalam teks atau sebagai petunjuk sumber;
· tempat memperluas pembahasan yang diperlukan tetapi tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks, penjelasan ini dapat berupa kutipan pula;
· referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisan;
· tempat menyatakan penghargaan atas karya atau data yang diterima dari orang lain.
4. Teknik Penulisan
a.) Harus disediakan ruang secukupnya di bagian bawah halaman tulisan
b.) Beri garis di bagian bawah baris terakhir dari teks di tiap halaman
c.) Beri nomor penunjukan di bawah garis dengan jarak cukup dan menjorok ke dalam 5-7 ketukan
d.) Catatan kaki baris pertama dituliskan setelah nomor penunjukan
e.) Jika lebih dari 1 baris, dituliskan dari tepi margin, tanpa ikuti penjorokan baris pertama
f.) Jarak spasi dalam catatan kaki 1 spasi, antar catatan kaki 2 spasi kalau ada dalam halaman yang sama.
Daftar Pustaka
- Computeraddict13
Jumat, 18 November 2016
Kutipan dan Catatan Kaki
Rabu, 26 Oktober 2016
Mencari Kasus(Kesalahan) Karya Ilmiah | Diksi, Ragam Bahasa, Kalimat, dan EYD
1. Diksi
Contoh 1: 1. KesalahanDapat dikatakan bahwa dengan terpenuhinya minat seseorang akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan batin yang dapat menimbulkan motifasi.
2. Perbaikan
Dapat dikatakan bahwa dengan terpenuhinya minat seseorang akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan batin yang dapat menimbulkan motivasi.
3. Alasan
Kata 'motifasi" merupakan kata tidak baku, seharusnya "motivasi" yang merupakan kata baku
Contoh 2:
1. Kesalahan
Dari suatu kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan minat akan menghasilkan prestasi yang kurang menyenangkan.
2. Perbaikan
Suatu kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan minat akan menghasilkan prestasi yang kurang menyenangkan.
3. Alasan
Terdapat kata "dari" yang merupakan pemborosan kata.
2. Ragam Bahasa
Contoh1:1. Kesalahan
S.C. Utami Munandar (1975:11) menyatakan bahwa minat dapat juga menjadi kekuatan motivasi.
2. Perbaikan
S.C. Utami Munandar (1985:11) menyatakan bahwa minat dapat juga menjadi kekuatan motivasi.
3. Alasan
Kata "(1975:11)" tidak sesuai dengan tahun aslinya "(1985:11)".
Contoh 2:
1. Kesalahan
Menurut Slameto (dalam Djaali 2005:121) minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.
2. Perbaikan
Menurut Slameto (dalam Djaali 2006:121) minat adalah rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.
3. Alasan
Kata "(dalam Djaali 2005:121)" tidak sesuai dengan tahun aslinya "(dalam Djaali 2006:121)".
3. Kalimat Dasar
Contoh 1:1. Kesalahan
Suatu kegiatan yang di lakukan tidak sesuai dengan minat akan menghasilkan prestasi yang kurang menyenangkan.
2. Perbaikan
Suatu kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan minat akan menghasilkan prestasi yang kurang menyenangkan.
3. Alasan
Kata "di lakukan" seharusnya tidak menggunakan spasi, sehingga menjadi "dilakukan" tanpa menggunakan spasi.
Contoh 2:
1. Kesalahan
Prestasi sesorang selalu dipengaruhi macam dan intensitas minatnya.
2. Perbaikan
Prestasi seseorang selalu dipengaruhi macam dan intensitas minatnya.
3. Alasan
Kesalahan penulisan kata "sesorang", yang seharusnya menggunakan kata "seseorang".
4. Kalimat Efektif
Contoh 1:1. Kesalahan
Dengan demikian, minat belajar merupakan faktor yang amat sangat penting dalam keberhasilan belajar siswa.
2. Perbaikan
Dengan demikian, minat belajar merupakan faktor yang sangat penting dalam keberhasilan belajar siswa.
3. Alasan
Terdapat kata yang berlebihan, yaitu kata "amat".
Contoh 2:
1. Kesalahan
Disamping itu minat belajar juga dapat mendukung dan juga mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah. Namun dalam prakteknya tidak sedikit guru Seni Budaya (Kesenian) menemukan kendala di dalam kelas.
2. Perbaikan
Disamping itu minat belajar juga dapat mendukung dan mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah. Namun dalam prakteknya tidak sedikit guru Seni Budaya (Kesenian) menemukan kendala di dalam kelas.
3. Alasan
Terdapat kata yang berlebihan, yaitu kata "juga".
5. Ejaan Yang Disempurnakan(EYD)
Contoh 1:1. Kesalahan
Namun dalam perakteknya tidak sedikit guru Seni Budaya (Kesenian) menemukan kendala di dalam kelas.
2. Perbaikan
Namun dalam prakteknya tidak sedikit guru Seni Budaya (Kesenian) menemukan kendala di dalam kelas.
3. Alasan
Terdapat kata "perakteknya" yang merupakan kata tidak baku, diganti dengan kata "prakteknya" yang merupakan kata baku.
Contoh 2:
1. Kesalahan
Hanya sebagian kecil saja siswa yang bisa memahami dan mengerjakan tugas dengan smangat.
2. Perbaikan
Hanya sebagian kecil saja siswa yang bisa memahami dan mengerjakan tugas dengan semangat.
Terdapat kata "smangat" yang merupakan kata tidak baku, diganti dengan kata "semangat" yang merupakan kata baku.
Daftar Pustaka
Selasa, 25 Oktober 2016
Pengembangan Alinea Atau Paragraf
A. Pengertian Paragraf
Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat menjadi paragraph, yang perlu diperhatikan adalah kesatuan dan kepaduan. Kesatuan berarti seluruh kalimat dalam paragraf membicarakan satu gagasan(gagasan tunggal).Kepaduan berarti seluruh kalimat dalam paragraf itu kompak, saling berkaitan mendukung gagasan tunggal paragraf.
B. Syarat Paragraf
Paragraf yang efektif harus memenuhi dua syarat ,yaitu :
· Kesatuan paragraf
· Kepaduan paragraf
C. Jenis Paragraf
1. Paragraf Deduksi
Deduksi berarti berfikir dari umum ke khusus. Paragraf ini penempatan kalimat topiknya selalu diawal.
2. Paragraf Induksi
Paragraf yang pengembangannya dimulai dari pemaparan bagian-bagian kecil atau hal-hal yang konkret hingga sampai kepada suatu simpulan yang bersifat umum disebut paragraf induksi. Induksi berarti cara berfiikir dari khusus ke yang umum. Pada paragraf seperti ini penempatan kalimat topiknya berada diakhir paragraf.
3. Paragraf Campuran
Dalam paragraf campuran penempatan kalimat topiknya di tengah paragraf. Paragraf ini di mulai oleh kalimat pengembang setelah kalimat atau kata transisi kalau ada. Setelah itu, kalimat topik di kembangkan lagi dan diakhiri oleh kalimat penegas kalau diperlukan.
4. Paragraf Perbandingan
Pengembangan Paragraf perbandingan dilakukan dengan cara membanding-bandingkan kalimat topik. Misalnya, kalimat topik mengenai hal yang bersifat abstrak dibandingkan dengan hal yang bersifat konkret dengan cara merinci perbandingan tersebut dalam bentuk yang konkret atau bagian bagian kecil.
5. Paragraf Pertanyaan
Kalimat topik dalam paragraf pertanyaan berbentuk kalimat tanya dan kalimat-kalimat pengembangan dalam paragraf jenis ini juga biasa merupakan jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut.
6. Paragraf Sebab-Akibat
Kalimat topik paragraf sebab-akibat merupakan sebab atau akibat peristiwa-peristiwa atau sifat objek yang dipaparkan dalam kalimat pengembang. Jika kalimat topiknya berupa sebab maka kalimat pengembangnya harus merupakan akibat dari sebab itu. Sebaliknya jika kalimat topiknya berupa akibat, kalimat pengembangnya harus merupakan sebab-sebab dari akibat itu.
7. Paragraf Contoh
Paragraf contoh adalah pengembangan kalimat topik dalam sebuah paragraf dengan menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh itu dipakai untuk memperjelas maksud dalam kalimat topik.
8. Paragraf Perulangan
Pengembangan paragraf perulangan dilakukan dengan cara mengulang kata atau kelompok kata. Pengembangan paragraf perulangan juga bisa dilakukan dengan cara mengulang bagian-bagian kalimat yang penting.
9. Paragraf Definisi
Dalam paragraf definisi kalimat topiknya merupakan sesuatu pengertian atau istilah yang memerlukan penjelasan secara panjang lebar agar maknanya mudah dipahami oleh pembaca. Alat untuk memperjelas pengertian itu ialah kalimat pengembang.
10. Paragraf Deskriptif
Kalimat topik dalam paragraf deskriptif tidak tersurat seperti pada paragraf-paragraf yang lain. Kalimat topik paragraf ini tersirat pada semua kalimat pengembang. Kita akan mengetahui kallimat topik setelah selesai membaca paragraf karena kalimat topik paragraf deskriptif merupakan simpulan semua paparan dalam paragraf.
D. Pengembangan Paragraf
Metode pengembangan paragraf akan bergantung pada sifat informasi yang akan disampaikan,yaitu: persuasive, argumentatif, naratif, deskriptif, dan eksposisi. Metode tersebut sudah pasti digunakan untuk mengembangkan alinea argumentatif, misalnya akan berbeda dengan naratif.
· Metode Definisi
Yang dimaksud dengan definisi adalah usaha penulis untuk menerangkan pengertian/ konsep istilah tertentu.
· Metode Proses
Sebuah paragraf dikatakan memakai metode proses apabila isi alinea menguraikan suatu proses. Proses ini merupakan suatu urutan tindakan atau perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu.
· Metode Contoh
Dalam karangan ilmiah, contoh dan ilustrsi selalu ditampilkan. Contoh-contoh terurai, lebih-lebih yang memerlukan penjelasan rinci tentu harus disusun berbentuk paragraf.
· Metode Sebab-Akibat
Metode sebab-akibat atau akibat-sebab (kausalitas) dipakai untuk menerangkan suatu kejadian dan akibat yang ditimbulkannya, atau sebaliknya. Artinya, hubungan kejadian dan penyebabnya harus terungkap jelas dan informasinya sesuai dengan jalan pikiran manusia.
· Metode Umum-Khusus
Metode umum-khususnya dan khusus-umum paling banyak dipakai untuk mengembangkan gagasan paragraf agar tampak teratur.
· Metode Klasifikasi
Bila kita akan mengelompokan benda-benda atau non benda yang memiliki persamaan ciri seperi sifat, bentuk, ukuran, dan lain-lain, cara yang paling tepat adalah dengan metode klasifikasi. Klasifikasi sebenarnya bukan khusus untuk persamaan factor tersebut di atas, tetapi juga untuk perbedaan.
E. Teknik Pemaparan
Paragraf menurut teknik pemaparannya dapat dibagi dalam empat macam, yaitu deskriptif, ekspositoris, agumentatif, dan naratif.
a)Deskriptif
Paragraf deskriptif disebut juga paragraf melukiskan (lukisan). Paragraf ini melukiskan apa yang terlihat di depan mata. Jadi, paragraf ini bersifat tata ruang atau tata letak.
b)Ekspositoris
Paragraf Ekspositoris disebut juga paragraf paparan. Paragraf ini menampilkan suatu objek. Tertuju pada satu unsur saja. Penyampainnya dapat menggunakan perkembangan analisis atau keruangan.
c)Argumentatif
Paragraf argumentatif sebenarnya dapat dimasukkan ke dalam ekspositoris. Paragraf argumentatif disebut juga persuasi. Paragraf ini lebih brsifat membujuk atau menyakinkan pembaca terhadap suatu hal atau objek. Biasanya, paragraf ini menggunakan perkembangan analisis.
d)Naratif
Karangan narasi biasanya dihubung-hubungkan dengan cerita. Oleh sebab itu, sebuah karangan narasi atau paragraf narasi haya kita temukan dalam novel, cerpen, atau hikayat.
Contoh Paragraf Deskriptif :
Meja yang dibelikan bapak untuk Budi sebagai hadiah ulang tahun sudah sampai. Meja itu terbuat dari kayu jati. Meja itu tingginya kurang lebih 75 cm lebarnya sekirar 50 cm dengan panjang 1,5 meter. Meja bewarna coklat muda ini terlihat sangat cocok dengan ruang belajar Budi yang sedikit gelap. Meja ini punya 2 lemari yang 1 sebelah kiri dan yang satunya sebelah kanan. Dengan adanya penyangga kaki membuat meja ini nyaman digunakan untuk belajar.
Senin, 24 Oktober 2016
Kalimat Dasar Bahasa Indonesia | Pengertian Unsur Pola dan Macam-Macam
Pengertian
Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Kalimat merupakan gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat dasar adalah kalimat yang berisi informasi pokok dalam struktur inti, belum mengalami perubahan unsur seperti panambahan keterangan kalimat ataupun keterangan subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap.Unsur-Unsur
1. SubjekUnsur yang pertama adalah subjek yang berfungsi sebagai penunjuk pelaku yang melakukan atau terlibat di dalam kalimat tersebut. Biasanya subjek di dalam kalimat berupa sebuah objek atau benda, seperti manusia, barang, binatang, tumbuhan maupun kata benda abstrak, seperti asap, gas, dan lain – lain.
2. Predikat
Bersama dengan subjek, predikat adalah unsur terpenting di dalam sebuah kalimat. Tanpa adanya kedua unsur ini, maka bisa dipastikan kata – kata tersebut bukanlah kalimat, melainkan frasa. Predikat ini berfungsi untuk menyatakan kegiatan yang dilakukan oleh subjek di dalam kalimat, dan biasanya berupa kata – kata kerja baik transitif, maupun intransitif.
3. Objek
Unsur lainnya adalah objek. Unsur ini berfungsi untuk menyatakan korban atau pihak yang dikenai tindakan oleh subjek melalui predikat. Objek juga bisa melakukan tindakan terhadap subjek, jika diubah dalam bentuk kalimat pasif. Sama seperti subjek, Objek dinyatakan dengan kata – kata benda, baik benda konkret, maupun abstrak.
4. Pelengkap
Pelengkap adalah unsur kalimat yang melengkapi unsur – unsur lainnya, seperti subjek, maupun objek. Unsur ini berfungsi untuk menambahkan arti atau keterangan.
5. Keterangan
Unsur ini berfungsi sebagai penambah keterangan pada sebuah kalimat. Unsur keterangan biasanya diletakkan di depan maupun di belakang kalimat.
Ada beberapa jenis unsur keterangan diantaranya adalah :
- Keterangan waktu: Kemarin, besok, bulan lalu, dua hari yang lalu, tahun depan, dan lain – lain.
- Keterangan tempat: di sana, di rumah, di toko, dan lain – lain.
- Keterangan cara: Dengan cepat, sangat lambat, sangat serius, secara diam – diam.
- Keterangan alat: Menggunakan cangkul, dengan sepeda, mengendarai mobil, dan lain – lain.
- Keterangan tujuan: Supaya pintar, agar naik kelas, dan lain – lain.
- Keterangan penyerta: Bersama ibu, dengan ayah, berdua dengan kakak, dan lain – lain.
Pola Kalimat
1. S PPola ini adalah pola yang sangat sederhana, dimana hanya terdiri dari subjek dan predikat. Meskipun begitu, pola ini sudah membentuk suatu kesatuan makna.
Adik menangis
S P
Contoh:
Dia bernyanyi
Ayah sedang tidur.
Budi berlari
2. S P O
Ibu menyiram tanaman.
S P O
Contoh:
Aku bertemu dengannya.
Adik memakan buah apel.
Budi menaiki sepeda.
3. S P Pel(Pelengkap)
Aku tiba yang paling terakhir.
S P Pel
Contoh:
Adik makan yang enak – enak.
Buaya memangsa yang lemah
4. S P Pel K
Saya meminum yang hangat - hangat dengan sangat cepat.
S P Pel. K
Contoh:
Budi menyuruh tanpa pandang bulu di sekolah.
Harimau memangsa yang lemah di hutan
5. S P O Pel
Budi menyukai gadis yang berbaju merah itu.
S P O Pel
Contoh:
Harimau menerkam mangsa yang sedang melintas.
Aku menemukan sebuah dompet tanpa identitas.
Ayah menanam bunga mawar yang paling bagus.
6. S P K(Keterangan)
Aku berlari dengan sangat cepat.
S P K
Contoh:
Adik menangis dengan sangat keras.
Ibu tertidur pulas di kamar tidur.
Aku pergi besok pagi.
7. S P O K
Ani bertemu Budi di Stasiun Kereta Api.
S P O K
Contoh:
Kakak memberi aku hadiah di hari ulang tahunku.
Nenek mencabut giginya di rumah sakit.
Guntur itu menyambar pohon kemarin malam.
8. S P O Pel K
Aku memberi wanita yang mengemis itu uang untuk digunakannya membeli makanan.
S P O Pel. K
Contoh:
Ibu membuat makanan yang sangat aku sukai di dapur.
Ayah membelikan aku hadiah yang aku dambakan nanti malam.
Ibu guru meminta tugas yang ia berikan kemarin untuk dikumpulkan.
Macam-Macam
1. Kalimat TunggalKalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti dan boleh diperluas dengan satu atau lebih unsur-unsur tambahan, asal unsur-unsur tambahan itu tidak boleh membentuk pola baru. Kalimat tunggal, misalnya kalimat inti, kalimat luas, kalimat verbal, kalimat nominal, dan kalimat tidak lengkap.
2. Kalimat Majemuk
Kalimat Majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih. Minimal satu klausa yang terdiri dari subjek dan predikat.
Daftar Pustaka
Pengertian Syarat dan Manfaat Alinea Atau Paragraf

Pengertian
Paragraf ialah sekelompok kalimat yang saling berkaitan satu sama lain dan secara bersama-sama menjelaskan suatu pikiran yang menjiwai seluruh karangan. Pikiran tersebut dinamakan dengan pikiran utama.Syarat
1. Kesatuan(Unity)Yang dimaksud kesatuan yaitu suatu paragraf harus dibangun dengan satu pikiran yang jelas. Satu pikiran tersebut diuraikan ke dalam bentuk pikiran pokok dan beberapa pikiran jelas. Hubungan pikran yang satu dengan pikran lainnya menandakan bahwa paragraf tersebut telah memiliki kesatuan
2. Kepaduan(koherensi)
Kapeduan terwujud dari hubungan kompak antarkalimat pembentuk paragraf. Kepaduan yang baik terjadi apabila hubungan timbal balik antar kalimat wajar dan mudah dipahami. Ada beberapa cara agar paragraf memiliki kepaduan yang kompak, yaitu dengan menggunakan kata ganti, kata penghubung, serta perincian dan urutan pikiran.
3. Kelengkapan
Suatu paragraf dikatakn lengkap apabila berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kalimat pokok.
Manfaat
1. Dapat mengekspresikan gagasan secara tertulis dengan memberi bentuk suatu pikiran dan perasaan ke dalam serangkaian kalimat yang tersusun secara logis, dalam satu kesatuan2. Dapat menandai peralihan gagasan baru bagi karangan yang terdiri beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti pikiran
3. Paragraf juga memudahkan pengorganisasian gagasan bagi penulis, dan memudahkan pemahaman bagi pembacanya
4. Memudahkan pengembangan topik karangan ke dalam satuan-satuan unit pikiran yang lebih kecil
5. Dapat memudahkan pengendalian variabel terutama karangan yang terdiri atas beberapa variabel.
Daftar Pustaka
Minggu, 23 Oktober 2016
Pengertian, Syarat, dan Ciri-Ciri Kalimat Efektif
Pengertian
Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya. Selain itu, sebuah kalimat disebut efektif jika mengemukakan pemikiran yang sama tepat antara pembaca dan penulism atau antara pendengar dan pembicara.Syarat-Syarat
1. LogisKalimat efektif adalah kalimat yang bisa diterima dengan akal sehat. Dengan kata lain, jika kalimat tersebut tidak dapat diterima atau tidak jelas, maka kalimat tersebut adalah kalimat tidak efektif.
2. Tidak Ambigu
Kalimat yang menimbulkan makna atau tafsir ganda disebut juga dengan kalimat yang tidak efektif. Hal ini dikarenakan kalimat tersebut tidak bisa menyampaikan gagasan yang sebenarnya kepada para pembaca atau pendengarnya.
3. Hemat
Suatu kalimat dapat dikatakan efektif jika tidak ada pemborosan kata di dalamnya. Tanpa kita sadari, kita sering sekali menggunakan kata-kata yang tidak perlu digunakan pada kalimat yang kita buat.
4. Padu
Suatu kalimat efektif haruslah padu. Dengan kata lain, antara struktur dan gagasan utama kalimat haruslah sesuai dan saling mendukung.
5. Struktur Pararel
Kalimat dikatakan efektif jika kalimat tersebut memiliki struktur yang sesuai. Jika salah satu bagian kalimat menggunakan kata benda, maka bagian lainnya menggunakan kata benda.
6. Ketegasan Topik
Kalimat akan menjadi efektif jika kalimat tersebut memiliki ketegasan pada kalimat utamanya. Dengan kata lain, gagasan utama yang harus disampaikan harus jelas dan lugas.
7. Tanda Baca
Kalimat efektif sudah tentu kalimat yang baku. Oleh karena itu, syarat yang terakhir pada kalimat efektif adalah harus mengikuti kaidah yang telah ditentukan dalam EYD.
Ciri-Ciri
1. Memiliki Bentuk yang PararelKalimat efektif memiliki kesamaan bentuk kata yang digunakan di dalam kalimat. Dengan kata lain, jika bentuk kata pertama adalah nomina, maka bentuk kedua, ketiga dan keempat, dan seterusnya juga menggunakan nomina.
2. Memiliki Struktur yang Sepadan
Kesepadanan dalam kalimat efektif bisa dilihat dari keseimbangan atau kesamaan antar struktur bahasa yang digunakan dan gagasan yang ingin disampaikan.
3. Memiliki Kehematan kata
Yang dimaksud kehematan kata adalah kalimat efektif tidak menggunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu.
4. Memiliki Kecepatan Penalaran
Kecermatan penalaran pada kalimat efektif maksudnya adalah kalimat tersebut tidak menimbulkan ambiguitas atau memiliki makna yang ganda. Ambiguitas sendiri timbul akibat dari ketidaktepatan dalam hal pemilihan kata, ketidakjelasan unsur kalimat, dan lain-lain.
5. Memiliki Gagasan yang padu
Kalimat efektif ditandai dengan unsur-unsur kalimat yang tersusun dengan baik sehingga memiliki gagasan yang padu. ketidakpaduan gagasan pada kalimat sendiri terjadi akibat dari seringnya penggunaan unsur kalimat berupa keterangan yang disisipkan antara subjek dan prediket.
6. Memiliki Bahasa yang Logis
Bahasa yang logis adalah bahasa yang dapat diterima secara akal sehat oleh pendengar atau pembacanya.
7. Memiliki Ketepatan Pemilihan Kata
Pemilihan kata yang salah dapat menyebabkan kalimat menjadi tidak efektif. Biasanya kesalahan pemilikan kata terjadi pada kata-kata yang bersinonim.
Daftar Pustaka: